• About Me
  • Lirik Lagu
  • Sabtu, 12 Juli 2014

    Bila Waktu Menjadi Alasan



    Sejak Anda terlahir, waktu telah berjalan 24 jam sehari. Dan sejam dihitung 60 menit. Itu akan berlaku sampai Anda meninggal nanti. Sama, sehari 24 jam dan sejam tetap 60 menit.

    Mengapa orang yang paling sibuk dalam sejarah, Rasulullah, sempat melakukan banyak hal (memimpin negara, mengurus banyak istri, menampung keluhan sahabat, mencari nafkah, mendidik masyarakat, 80 kali menjadi panglima perang, mengunjungi beberapa Negara, dll) selama masa kenabiannya yang hanya dua puluhan tahun? Karena beliau sadar, bahwa waktu tidak dapat diganti. Maka semua tugas harus beres dengan jadwal yang tepat. Beliau memiliki konsep waktu yang sangat penting yang (berulang kali) diajarkan kepada kita.

    Demi Masa, Sesungguhnya Manusia dalam Kerugian

    Manusia yang hidup dalam masa ini terancam kerugian dan kelenaan. Jika Anda hidup di kota besar, dan telinga Anda peka, Anda akan melihat betapa banyak manusia kalah oleh waktu. Mereka mengais rejeki dengan menengadahkan tangan di perempatan. Praktis dan mudah, dibanding penjual gorengan yang harus belanja bahan, meracik bumbu, menggoreng, membersihkan gerobak, berangkat ke lapak, menunggu pembeli. Proses yang panjang.

    Di Jakarta, Bandung, atau Surabaya, Anda menghabiskan waktu hampir satu jam untuk pergi hanya berjarak 10-an kilometer di siang hari. Padahal di tempat lain kurang dari 15 menit. Anda kalah dipermainkan oleh waktu, dan tak dapat berbuat apa-apa untuk merubahnya.

    Pun demikian di kampung yang sepi. Pemuda duduk-duduk di pos kamling mendengar sandiwara radio. Berlama-lama. Tiba-tiba usia beranjak dewasa, saatnya berumah tangga tapi bingung darimana biaya nikah. Gadis-gadis duduk-duduk di teras rumah, tiba-tiba makin ranum, kebingungan mencari jodoh. Ibu-ibu ngerumpi sambil mencari kutu. Berjam-jam, tiap hari. Tiba-tiba sudah beruban, sudah tua. Tiba-tiba renta dan semuanya disesali.

    Manusia kalah oleh waktu, kecuali orang yang beriman dan beramal shalih

    Berimanlah agar tidak kalah oleh waktu. Agar tidak dirugikan oleh telikung waktu. Sebab keimanan inilah yang menyebabkan manusia mampu menahan untuk tidak menyiasati waktu dengan cara yang salah. Tidak mengemis di perempatan karena rasa malu, dan malu adalah bagian dari iman.

    Keimanan mencegah korup di kantor karena untuk kaya dalam waktu singkat korupsi adalah cara paling praktis. Keimanan mencegah mencurangi timbangan karena untuk menumpuk laba dengan capat kadang cara inilah yang paling mudah.

    Beramal shalihlah, agar permainan waktu tetap bermakna. Selama bermenit-menit di angkot sebenarnya adalah waktu yang cukup untuk menggali inspirasi. Atau setidaknya berdzikir: ”alladziina yadzkurunallah qiyaaman, waqu’udan, wa’ala junubihim..”.

    menggapai keutamaan dzikir saat berdiri, duduk atau berbaring. Banyak inspirasi untuk menulis sesuatu, banyak ide untuk memecahkan solusi keummatan muncul pada saat naik angkot. Menunggu antrian di Bank, menunggu dagangan, memandikan si kecil, mencuci, bahkan di kamar mandi saat duduk di atas Closet. Waktu yang sedikit di dunia ini, penuhi dengan amal baik. Merancang proposal dakwah, mendata calon mad’u, silaturahim, sms motivasi ke teman yang futur, itu lebih baik daripada nonton atau tidur.

    Kita punya beribu, bahkan berjuta saudara sebagai ladang amal, dengan cara saling bertaushiyah dalam kebenaran, dan saling bertaushiyah dalam kesabaran. Berikan motivasi ketika seorang teman merasa minder. Tunjukkan jalan terang ketika seorang teman merasa tidak mantap dalam suatu amalan. Pinjami buku ketika sahabat butuh wawasan. Libatkan dalam banyak aktivitas ketika teman-teman butuh ketrampilan berorganisasi.

    Kesabaran tak dapat ditawar. Berapa banyak dai beralih profesi, melepas kedaiannya karena tak sabar. Berapa banyak akhwat memperkecil jilbabnya, bahkan melepasnya, karena tak sabar. Kesabaran menyelamatkan manusia dari petaka, melindungi manusia dari hijau mata di kantor-kantor basah. Kesabaran menjadi benteng dari murka Allah.

    ”Ista’inu bishobri wash-sholah, innallaha ma’ash shobirin..”.

    jadikan sabar dan sholat sebagai penolong. Sesungguhnya Allah menyertai orang yang penyabar.



    sumber : facebook

    Tulang Rusuk (Renungan)



    Bismillahirrahmaanirraahiim... 

    Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan siti hawa....

    Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

    Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh mereka. Didiklah mereka dengan panduan dariNya:

    Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar, jangan hiburkan mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita.

    Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.

    Akal setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu, hati serapuh kaca, kuatkan dengan iman, perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak .

    Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara atau women gladiator. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain.

    Tidak akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.

    Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.

    Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan daripada perempuan yang dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodoh perempuan pun bisa menundukkan sepandai-pandai lelaki.

    Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapa akan kehilangan puteri.

    Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.

    Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA. jinakan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.

    Jangan mengharap istri seperti siti fatimah, kalau pribadi belum lagi seperti sayidina ali

    Wallahu a’lam bisshawwab

    sumber : facebook

    Jumat, 11 Juli 2014

    KISAH PERJALANAN MERAIH HIDAYAH SEORANG SAKTI EKS SHEILA ON 7



    Hidayah sejatinya bukan ditunggu, tapi dijemput. Namun, ada kalanya juga ada orang-orang yang secara tidak sengaja menemukan hidayah Allah melalui suatu momen-momen tertentu. Salah satunya yang ingin saya utarakan disini adalah tentang perjalanan Sakti mantan personil Sheila on 7 yang sekarang menjadi ustadz. Begini ceritanya...Perubahan yang drastis ini tak lepas dari sebuah pengalaman hidup yang secara beruntun dialaminya pada tahun 2003. Saat itu, Sakti dan Eros, rekan grupnya, mewakili grup band Sheila on Seven hendak berangkat ke Malaysia untuk menerima penghargaan atas albumnya yang dinilai terbaik. "Saat menunggu keberangkatan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, saya melihat sebuah buku berjudul "Menjemput Sakaratul Maut bersama Rosulullah" yang dijajakan di sana, dan saya tertarik membelinya," ujar Sakti.

    Kebiasaan membaca buku membawasuami Miftahul Jannah ini semakin larut dengan bacaan barunya itu. Apalagi menurut Sakti, isi buku itu sangat menyentuh perasaanya. "Setelah membaca buku itu saya jadi takut mati. Apalagi waktu itu pesawat sering jatuh. Jangan-jangan pesawat yang saya tumpangi ini jatuh, dan saya mati." ungkap Sakti yang menghabiskan sebagian halaman buku itu di dalam pesawat.

    Ketakutannya semakin bertambah ketika pulang dari Malaysia. Dia mendapati ibunya terserang penyakit paru-paru dan harus dirawat di rumah sakit. "Saat menunggui ibu, bibi saya datang menjenguk sambil membawakan majalah berjudul "Mati Suri". Saat saya baca, rasa takut mati itu semakin bertambah," Kenang Sakti.

    "Saking takutnya, seharian saya tidak bisa tidur," ujarnya.

    Peristiwa ini diakui Sakti sebagai titik awal dalam kehidupannya. Maka ketika ada teman yang mengajaknya mengikuti pengajian, pria yang banyak mengenyam pendidikan di sekolah kristen ini tidak menyia-nyiakan. Diikutinya pengajian itu hingga tuntas. "Habis mengikuti pengajian, hati saya kok rasanya semakin tenang. Ibarat seekor ikan yang dikembalikan lagi ke dalam air," Jelas Sakti.

    Bagaimana dengan aktifitasnya di musik? Sakti megakui, sejak tersentuh oleh Islam pada tahun 2003, dirinya sudah tertarik lagi dengan musik. Bahkan karena sibuk mencari ilmu agama, latihan dengan grupnya semakin berkurang. Imbasnya, ketika tampil di panggung, Sakti sering salah-salah. "Sampai saya dinasihati teman-teman untuk bekerja dengan benar," Kenang Sakti.

    Keinginan untuk keluar pun semakin kuat. Namun niat itu tertahan oleh nasihat ustadznya yang menghendaki Sakti tetap di Sheila on Seven untuk mendakwahi teman-temannya agar dekat dengan agama. Sakti pun tetap bertahan di grup yang membesarkannya itu. "Di Sheila, tak ada lagi keinginan saya untuk go international, dengan target penjualan album berjuta-juta copy. Niat saya itu hanya ingin mendakwahi teman-teman di Sheila agar tahu agama, semampu saya," ungkap anak kedua dari tiga bersaudara ini.

    Sakti tak bosan mengajak teman-teman yang seluruhnya Muslim itu untuk sholat, meskipun diakuinya sebagai hal yang sulit. Ia perbaiki permainan gitarnya untuk mengambil hati teman grupnya. Namun kehidupan teman-temannya tetap tak bisa diubah juga. Sakti pun menyadari bahwa hidayah mutlak wewenang Allah. "Tapi, alhamdulillah mereka tetap menerima keadaan saya," ujarnya.

    Dakwah internal sheila ini dijalaninya hingga tahun 2006. Di tahun yang sama Sakti mengakhiri karirnya di dunia musik. Ia memilih keluar karena merasa semakin tidak klop dengan grupnya. apalagi, album kelima yang dirilis 2006 itu banyak bertema cinta yang sudah tidak cocok dengan hatinya. "Karena hubungan kerja sudah tidak bagus lagi, maka saya memilih mundur untuk menjaga hubungan pertemanan, " Jelas Sakti.

    Meski demikian silaturahim dengan personel grup Sheila masih tetap berjalan dengan baik. Bahkan menurut Sakti, mereka masih sering saling mengunjungi. Hingga kini, pria yang menikah pada tahun 2007 ini masih tetap berfikir keras bagaimana caranya mengajak mereka untuk memahami Islam. "minimal satu orang saja." Ungkapnya bersemangat.

    Sejak hijrah dari musik, Sakti memilih mendirikan minimarket dan laundry di kediamannya di Pandega Marta, Yogyakarta. Ia juga mendirikan industri kecil yang memproduksi sandal terompah. Contohnya ia datangkan langsung dari Malaysia.

    Dengan kegiatan ini membuatnya leluasa membagi waktu untuk bisnis dan dakwah. Sakti tidak ingin lagi menekuni profesi sebagai anak band yang hanya menjadikan orang lupa kepada Allah. Mantan mahasiswa STIE YKPN ini meyakini orang yang meninggal itu sesuai dengan amal istiqomahnya. "Pembalap biasanya meninggal di lapangan balap, Begitupun dengan profesi lainnya. saya tidak mau dimatikan Allah dalam kondii jingkrak-jingkrak di panggung," ujar lulusan SMA De Britto, Yogyakarta ini.

    Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ


    Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".(QS. Al-Baqarah : 208).

    Majalah Hidayatullah


    Semoga dalam beramal dan berbuat kita selalu diberi hidayah dan kekuatan oleh Allah, sehingga kita selalu berada di jalan yang lurus, yaitu jalan yang benar, sesuai dengan kehendak Allah. Aamiin

    sumber : facebook


    Kamis, 03 Juli 2014

    6 Kunci Mendapat Ketenangan Hati


    Assalamualaikum sahabatku ada 6 tips mudah untuk mendapatkan ketenangan hati semoga bermanfaat :

    Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri dan percaya akan kemampuan yang kita miliki.


    Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada suatu yang bermanfaat.



    Jangan mengingat penyesalan di masa lalu, hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.



    Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.



    Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.



    Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun akan terbuka, ingatlah ALLAH, ALLAH pun akan ingat pada kita.



    Salam santun ukhuwah penuh cinta