Izinkan saya buat share postingan berjudul batasan atau adab berbicara dalam islam... Mari yuck semoga postingan ini bermanfaat...
Tidak berbicara kecuali dengan apa yang bisa mendatangkan kebaikan dan
manfaat atau mencegah keburukan bagi dirinya atau orang lain.
Mencari waktu yang tepat, sebagaimana kata hikmah: “Setiap tempat dan waktu ada
pembicaraannya tersendiri”
Memilih bahasa yang digunakan. Bahasa bisa
menjadi tanda dan cermin bagi akal dan adab seseorang
Tidak berlebihan dalam memuji dan mencela. Berlebihan
dalam memuji adalah bentuk dari riya’ dan mencari muka, dan berlebihan dalam
mencela adalah bentuk dari permusuhan dan balas dendam.
Tidak membuat manusia menjadi senang dengan
mengucapkan apa-apa yang mengundang murka Allah.
Sabda Rasulullah saw berbunyi: “Siapa
yang membuat manusia senang dengan melakukan perkara yang mendatangkan amarah
Allah SWT, maka ia dan urusannya akan diserahkan kepada manusia, dan siapa yang
membuat manusia marah karena ia melakukan perkara yang membuat Allah ridha,
maka Allah akan menjamin baginya perlindungan dari perlakuan manusia”.(HR.
At-Tirmidzi).
Tidak mengobral janji-janji yang sangat sulit
ditepati.
Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang
yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat
besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu
kerjakan”. (QS. As Shaff:2-3).
Tidak berbicara keji dan kotor, dan tidak
menyimak orang yang berbicara keji dan kotor.
Menyibukkan lisan untuk berzikir.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar